piring antik tahun 1985

Kamis, 09 Mei 2013
Posted by: Lina Lin

*Piring.
NEWCOR STONEWARE OVEN TO TABLE
DISHWASHER FREEZER AND GOODARTH
413
1985 NEWCOR
JAPAN
Setiap piring tentunya memiliki cerita dan sejarah tersendiri. Sejarah cerita ini di alami di INDONESIA-PONTIANAK. Piring ini di miliki seorang ibu2 yang bernama Ng Kek Muan. Dia mempunyai anak bernama Ng Kek Ta. Dan dia mempunyai tetangga bernama Tan Min Huang, dia mempunyai anak perempuan bernama Tan Min Khi.
Kisah ini menceritakan Ng Kek Muan, tidak mempunyai uang. Dia menjual piringnya kepada tetangganya Tan Min Huang. Ng Kek Muan mengatakan piring ini sangat cantik dan bisa menyimpan kue, jualkan kamu lah Rp. 3000,- Tan Min Huang sebenarnya tidak mau membelinya karna melihat Ng Kek Muan kasian tidak mempunyai uang dan melihatnya juga mengeluh terhadap Ng Kek Muan jadi membeli piringnya. Tetapi Tan Min Huang tidak tau hati Ng Kek Muan bagaimana punya rasa iri hati, dengki, dan sangat senang melihat kesusahan atau penderitaan orang lain. Padahal hidup Ng Kek Muan sudah sangat susah dan masih berbuat kejahatan dari belakang. Tan Min Huang yang membeli piringnya seharga Rp. 3000,- sangat kasian biasa Ng Kek Muan suka cari masalah, mencemarkan nama nya, katakan dia segala hal sampai semua orang membencinya.
Dan di suatu hari anak-anak mereka tumbuh besar dan dewasa. Begitu juga anak Ng Kek Muan yang bernama Ng Kek Ta melakukan hal yang sama terhadap Tan Min Khi,anak Tan Min Huang.
Tan Min Khi setelah habis sekolah kerja di luar negeri selama 4 tahun. Setelah pulang dari luar negeri tidak bekerja lagi. Tiap hari Ng Kek Ta mengatakannya habis-habisan, setiap hari menggosipin Tan Min Khi makan, tidur, nonton, malam menunggu pacarnya jemput saja dan tiap hari mengejeknya dengan kata-kata pedas, memarahinya padahal tidak ada masalah.
Dengan perkataannya yang di ucapkan Ng Kek Ta semua itu, Tan Min Khi juga tidak mengeluarkan kata sepatah pun atau pun merasa iri.
Ng Kek Ta bersama ibunya Ng Kek Muan selalu mengejek pakai motor mengatakan mau ke mana lah, beli apa lah di depan rumanhnya. Selalu menyindir apa yg dia mampu lakukan. Begitu senangnya melihat Tan Min Huang ke mana-mana jalan kaki, Tan Min Khi melihat dan mendengarkan sindiran semua itu hanya simpan dalam hati selama berapa tahun dan juga tanpa mengatakan siapa pun untuk memarahi apa yang dia lakukan.
Di suatu hari Tan Min Khi membeli mobil karna mengingat ejekan semua orang dan Ng Kek Ta juga memarahinya dengan terang-terangan di depan rumah Tan Min Khi "tidak ada tempat parkir!!! Laga beli mobil". Tan Min Khi tiap hari keluar masuk rumah jalan-jalan dan berbelanja juga, Ng Kek Ta tiap hari mengeluarkan kata sindiran dari dalam rumahnya laga lah, pamer lah, mau buat orang marah lah dan mengatakan menutup pintu mobilnya mau lagain orang, belanja barang juga mengatakan Tan Min Khi laga. Padahal Tan Min Khi tidak ada maksud sedikit pun ingin melakukan hal yang sama seperti sebelum yang di lakukan Ng Kek Ta. Tan Min Khi hanya tidak mau di katakan orang-orang seperti sebelumnya. Terkadang Tan Min Khi selalu berfikir apa maunya ? Ada kendaraan di bilang laga, tidak ada kendaraan di ejek. Beli barang di bilang laga, tidak beli tidak tau mau makan apa. Tidak mungkin Tan Min Khi mendengarkan semua itu. Ng Kek Ta selalu berfikir negatif dengan semua apa yang terjadi, selalu mengambil hal buruk masuk ke dalam hati dari pada positifnya.
Ng Kek Ta sangat kesalnya dengan semua hal terjadi dan melakukan hal bodoh memakai barang ilmu hitam membuat Tan Min Khi sakit-sakitan dan ingin merusak seluruh tubuhnya. Di waktu Tan Min Khi makan selalu menusuk perutnya, di waktu berjalan menusuk kakinya, di waktu bertelepon menusuk tangannya, di waktu sms menusuk jarinya, di waktu mengendara menusuk kaki tangannya sampai pernah menabrak motor orang, di waktu tidur menusuk kepalanya sampai kemaluannya juga di tusuk dan sangat manasnya sampai menusuk hatinya dan dada nya sampai bergetar.
Semua apa yang terjadi Tan Min Khi membalasnya setelah seluruh tubuhnya sakit, hanya membalas dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak enak di dengar dan mengembalikan apa perkataan yang di katakan. Tan Min Khi juga tidak membalas apa yang di lakukan merusak tubuh yang sakit.
Kesimpulan dalam cerita piring ini, piring yang tidak ingin di beli karna kasian juga di beli. Semua masalah yang tidak ada menjadi ada. Barang yang tidak boleh di main atau di pergunakan seharusnya jangan di lakukan. Pepatah mengatakan "Buaya yang sedang tidur kalau di lempar batu akan menggigit orang" bagaikan manusia yang terdiam tidur kalau di ganggu sampai bangun akan marah dan "Cabe yang di gigit sangat pedas, pedas pun katakan tidak pedas" bagai kan hati dan seluruh tubuh yang di sakiti sangat sakit juga di katakan tidak sakit.
6285750076672


Contact :
Email: flower_sakura1988@yahoo.com
Visit My website : flower_sakura1988@yahoo.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Iklan Populer